Tahan-tahap proses pembentukan urin

Setiap mahluk hidup termasuk tumbuhan dan hewan, bergantung pada proses eksresi untuk menghilangkan racun atau produk limbah dari tubuh. Eksresi adalah proses biologis yang berperan penting dengan menghilangkan racun dan produk limbah lainnya dari tubuh baik pada tumbuhan, hewan dan manusia.

Tumbuhan biasanya mengeluarkan kotoran melalui proses transpirasi, sedangkan hewan dan manusia mengeluarkan kotoran dalam berbagai bentuk seperti melalui urin, keringat, feses dan air mata.

Di antara semua ini bentuk eksresi yang paling utama dan paling sederhana adalah urin. Limbah dikeluarkan dari tubuh manusia, terutama dalam bentuk urin. Ginjal berperan besar dalam proses eksresi. Pembentukan urin adalah proses yang sangat penting bagi seluruh organisme hidup.

Tidak hanya keseimbangan asam basa saja yang di modulasi oleh pembentukan urin, tetapi juga osmolaritas darah, komposisi plasma dan volume cairan dan pembentukan urin juga mempengaruhi semua sel dalam tubuh kita. Orang dewasa menghasilkan 1,5 – 2 liter urin dalam satu hari. Di dalam tubuh kita proses pembentukan urin ada 4 proses, yaitu:

1. Filtrasi / Penyaringan

Filtrasi adalah pergerakan massa air dan zat terlarut dari plasma ke tubulus ginjal yang terjadi di sel ginjal. Sekitar 20% volume plasma yang melewati glomerulus pada waktu tertentu di filtrasi atau disaring. Artinya, sekitar 180 liter cairan disaring oleh ginjal setiap hari. Jadi, seluruh volume plasma (sekitar 3 liter) disaring 60 kali dalam sehari.

Filtrasi terutama didorong oleh tekanan hidrolik (tekanan darah) di kapiler glomerulus. Perhatikan bahwa ginjal menyaring lebih banyak cairan daripada jumlah urin yang sebenarnya dikeluarkan oleh tubuh kita yaitu sekitar 1,5 liter per hari. Ini sangatlah penting agar ginjal cepat membuang limbah dan racun dari plasma secara efisien.

Baca Juga :  Mengecilkan Pori-Pori Wajah Secara Alami Tanpa Ke Salon

2. Reabsorpsi

Reabsorpsi adalah pergerakan air dan zat terlarut dari tubulus kembali ke plasma. Reabsorpsi air dan zat terlarut spesifik terjadi dengan derajat yang berbeda-beda di sepanjang tubulus ginjal.

  • Bulk reabsorption, reabsorpsi yang tidak berada di bawah kendali hormonal, sebagian besar terjadi di tubulus proksimal. Lebih dari 70% filtrat diserap kembali di sini. Selain itu, banyak zat terlarut penting (glukosa, asam amino, bikarbonat) secara aktif diangkut keluar dari tubulus proksimal sehingga konsentrasinya biasanya sangat rendah dalam cairan yang tersisa. Bulk Reabsorption natrium lebih lanjut terjadi di lengkung Henle.
  • Reabsorption regulated, reabsorpso yang di mana hormon mengontrol laju pengangkutan natrium dan air tergantung pada kondisi sistemik, terjadi di tubulus distal dan saluran pengumpul.

3. Sekresi

Bahkan setelah filtrasi terjadi, tubulus terus mengeluarkan zat tambahan ke dalam cairan tubular. Ini meningkatkan kemampuan ginjal untuk menghilangkan limbah dan racun tertentu pada tubuh kita. Ini juga sangat penting untuk pengaturan konsentrasi kalium plasma dan pH.

4. Eksresi

Ekskresi adalah hasil akhir dari tiga proses di atas. Meskipun konsentrasi asli suatu zat dalam cairan tubulus awalnya mungkin mendekati plasma, reabsorpsi dan / atau sekresi selanjutnya dapat secara drastis mengubah konsentrasi akhir dalam urin.

Jumlah zat tertentu yang diekskresikan ditentukan oleh rumus: jumlah yang dikeluarkan = jumlah yang disaring – jumlah yang diserap kembali + jumlah yang disekresikan

Itulah 4 tahap pembentukan urin yang harus kalian ketahui, bisa kita lihat bagaimana sempurnanya tubuh kita diciptakan oleh tuhan, itulah sebabnya kita harus banyak bersyukur. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian semua. Terimakasih sudah membaca artikel kami, sampai bertemu lagi di artikel selanjutnya!

Baca Juga :  Pemerah Bibir Permanen Alami Herbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *